Well. It's been a while since the last time I posted yahh.. Jadi sekarang gue kembali dan ingin mengisi liburan dengan hal-hal yang agak bermakna, hahahahah.
So as usual, tadi pagi I went to church. Gue sedikit telat dan itu karena sindrom mbak-gue-mudik yang juga terjadi di rumah gue. Semua panik, dan di awal-awal kebaktian memang perhatian gue agak distracted dengan kesadaran (yang terlambat) dari om gue bahwa ternyata dia lupa mencabut colokan setrikaan. Argh!! Tapi akhirnya gue memutuskan untuk take the best part dan fokus ke khotbah hari itu. Toh, pada akhirnya gue berhasil mendapatkan empat hal (sebenernya lima, tapi gue lupa satunya lagi apaan) penting dari peristiwa Musa menghadap Allah yang pake semak ada apinya itu lho (tau kan??)
Pertama. RESPON. So, Tuhan mengingatkan gue (again) bahwa respon itu penting lho.. Coba pikirkan apa yang mungkin terjadi kalo waktu itu Musa cuma mikir: Well, oh ada Tuhan. Terus dia langsung jalan lagi. Mungkin sampe sekarang Musa nggak dipake Tuhan, bangsa Israel masih di Mesir, dan janji Tuhan akan tanah Kanaan nggak ada. Jadi respon kecil itu penting untuk hal yang sangatttttt besar. Jadi mulai sekarang responlah semua panggilan Tuhan terhadap kita. Bilang amin untuk janji Tuhan karena itu memuliakan nama-Nya.
Kedua. HORMATI KEKUDUSAN TUHAN. Catet bahwa Musa melepas kasutnya untuk menghormati kekudusan Allah. Sering banget gue liat orang ke gereja, terus hp nya cuma di silent bukannya dimatiin. Dan kalo itu hp geter, pasti firman Tuhan ngak diladenin lagi. Waktu kebaktian juga masih ada orang yang bolak balik WC, terima telfon, dll. Dalam hal ini, ambil contoh Pdt. Stephen Tong yang kalo khotbah 'galak'. Beliau nggak segan-segan marain jemaatnya yang mondar mandir seenak jidatnya pada saat kebaktian. Dan hasilnya, jemaat di gereja itu sangat diberkati Tuhan. Buat readers yang masih suka begitu, gue mo bilang: Hei, sadar. Lu pikir Tuhan itu siapa, bisa lu perlakukan se nggak hormat itu? Gue percaya kalo ada presiden di ruangan yang sama dengan lu, lu nggak akan berani bales sms atau bahkan sekedar keluar ke WC di depan dia kan?? Ingat kalo ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Dia ada. Bayangkan. Tuhan ada di ruangan yang sama dengan lu dan lu berani mondar mandir angkat telfon dan ke WC??
Ketiga. BERPIKIRLAH DENGAN ORIENTASI 'TELAH'. Tuhan nggak mau liat-liat masa lalu kita. Jadi mendingan kita nggak usah ngingetin Dia juga. Kalo kita menginginkan sesuatu, imani bahwa kita telah menerima-Nya dan Tuhan pasti akan memberi bagi kita. Jangan percaya apa yang kita lihat, tapi lihat apa yang kita percaya. Jangan terbeban dengan kenyataan, tapi milikilah iman. Toh, seandainya suatu saat kita jadi orangtua dan anak kita minta tolong, masa sih kita nggak tolongin? Nggak mungkin kan..
Keempat. TAAT PADA FIRMAN. Semua itu nggak akan pernah ada gunanya kalo hidup kita nggak taat pada Tuhan. Ingat di Kejadian yang pas kisah penciptaan? Binatang, hewan, dan alam yang nggak dilimpahi Tuhan dengan hikmat dan akal budi aja bisa taat sama Tuhan sejak pertama mereka diciptakan. Masa kita kalah sama binatang?? Tuhan turun tangan untuk membentuk kita lho. Nggak semua makhluk punya privillege itu. Well, nggak ada makhluk lain yang punya privillege itu selain manusia, to be precise.
Well, akhirnya gue ingat yang ke lima. Hehehehe
Kelima. TUHAN MENYERTAI. Tuhan berjanji untuk menyertai murid. Ironis bahwa dulu, Kristen adalah sebutan untuk murid-murid di Anthiokhia yang saat itu lagi memuridkan orang lain juga. Logikanya, Kristen itu murid. Tapi yang gue liat sekarang adalah kenyataan bahwa orang Kristen banyak yang bukan murid. Mau jadi Kristen, tapi seperti maunya dia sendiri. Mana ada murid boleh nentuin pelajaran apa yang dia mau? Jadi, since Tuhan hanya menyertai murid, jadilah murid. Kembalikan pengertian bahwa Kristen itu pasti murid, bukannya sekedar murid itu pasti Kristen aja.
That's enough! Horeeeee..Posting gue hari ini panjangggg. Silakan dibaca, berhubung perut gue masih rada nggak enak, gue sudahi dulu posting kali ini. See ya tomorrow all! ^_^
So as usual, tadi pagi I went to church. Gue sedikit telat dan itu karena sindrom mbak-gue-mudik yang juga terjadi di rumah gue. Semua panik, dan di awal-awal kebaktian memang perhatian gue agak distracted dengan kesadaran (yang terlambat) dari om gue bahwa ternyata dia lupa mencabut colokan setrikaan. Argh!! Tapi akhirnya gue memutuskan untuk take the best part dan fokus ke khotbah hari itu. Toh, pada akhirnya gue berhasil mendapatkan empat hal (sebenernya lima, tapi gue lupa satunya lagi apaan) penting dari peristiwa Musa menghadap Allah yang pake semak ada apinya itu lho (tau kan??)
Pertama. RESPON. So, Tuhan mengingatkan gue (again) bahwa respon itu penting lho.. Coba pikirkan apa yang mungkin terjadi kalo waktu itu Musa cuma mikir: Well, oh ada Tuhan. Terus dia langsung jalan lagi. Mungkin sampe sekarang Musa nggak dipake Tuhan, bangsa Israel masih di Mesir, dan janji Tuhan akan tanah Kanaan nggak ada. Jadi respon kecil itu penting untuk hal yang sangatttttt besar. Jadi mulai sekarang responlah semua panggilan Tuhan terhadap kita. Bilang amin untuk janji Tuhan karena itu memuliakan nama-Nya.
Kedua. HORMATI KEKUDUSAN TUHAN. Catet bahwa Musa melepas kasutnya untuk menghormati kekudusan Allah. Sering banget gue liat orang ke gereja, terus hp nya cuma di silent bukannya dimatiin. Dan kalo itu hp geter, pasti firman Tuhan ngak diladenin lagi. Waktu kebaktian juga masih ada orang yang bolak balik WC, terima telfon, dll. Dalam hal ini, ambil contoh Pdt. Stephen Tong yang kalo khotbah 'galak'. Beliau nggak segan-segan marain jemaatnya yang mondar mandir seenak jidatnya pada saat kebaktian. Dan hasilnya, jemaat di gereja itu sangat diberkati Tuhan. Buat readers yang masih suka begitu, gue mo bilang: Hei, sadar. Lu pikir Tuhan itu siapa, bisa lu perlakukan se nggak hormat itu? Gue percaya kalo ada presiden di ruangan yang sama dengan lu, lu nggak akan berani bales sms atau bahkan sekedar keluar ke WC di depan dia kan?? Ingat kalo ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Dia ada. Bayangkan. Tuhan ada di ruangan yang sama dengan lu dan lu berani mondar mandir angkat telfon dan ke WC??
Ketiga. BERPIKIRLAH DENGAN ORIENTASI 'TELAH'. Tuhan nggak mau liat-liat masa lalu kita. Jadi mendingan kita nggak usah ngingetin Dia juga. Kalo kita menginginkan sesuatu, imani bahwa kita telah menerima-Nya dan Tuhan pasti akan memberi bagi kita. Jangan percaya apa yang kita lihat, tapi lihat apa yang kita percaya. Jangan terbeban dengan kenyataan, tapi milikilah iman. Toh, seandainya suatu saat kita jadi orangtua dan anak kita minta tolong, masa sih kita nggak tolongin? Nggak mungkin kan..
Keempat. TAAT PADA FIRMAN. Semua itu nggak akan pernah ada gunanya kalo hidup kita nggak taat pada Tuhan. Ingat di Kejadian yang pas kisah penciptaan? Binatang, hewan, dan alam yang nggak dilimpahi Tuhan dengan hikmat dan akal budi aja bisa taat sama Tuhan sejak pertama mereka diciptakan. Masa kita kalah sama binatang?? Tuhan turun tangan untuk membentuk kita lho. Nggak semua makhluk punya privillege itu. Well, nggak ada makhluk lain yang punya privillege itu selain manusia, to be precise.
Well, akhirnya gue ingat yang ke lima. Hehehehe
Kelima. TUHAN MENYERTAI. Tuhan berjanji untuk menyertai murid. Ironis bahwa dulu, Kristen adalah sebutan untuk murid-murid di Anthiokhia yang saat itu lagi memuridkan orang lain juga. Logikanya, Kristen itu murid. Tapi yang gue liat sekarang adalah kenyataan bahwa orang Kristen banyak yang bukan murid. Mau jadi Kristen, tapi seperti maunya dia sendiri. Mana ada murid boleh nentuin pelajaran apa yang dia mau? Jadi, since Tuhan hanya menyertai murid, jadilah murid. Kembalikan pengertian bahwa Kristen itu pasti murid, bukannya sekedar murid itu pasti Kristen aja.
That's enough! Horeeeee..Posting gue hari ini panjangggg. Silakan dibaca, berhubung perut gue masih rada nggak enak, gue sudahi dulu posting kali ini. See ya tomorrow all! ^_^